|
by Toto Rahardjo •
22 April 2009
|
|
"Make sure that we never trust imperialism, in no way at all, no an iota." (Ernesto "Che" Guevara) Desember 1958, musim gugur telah berlalu di Kuba bagian utara. Angin yang bertiup senantiasa memberi nafas baru bagi kehidupan. Dan penyerangan yang menentukan bagi pasukan Flugencio Batista telah berlalu dengan membawa kegagalan. Tank-tank, pesawat terbang, meriam dan senjata otomatis modern telah gagal membendung pasukan rakyat revolusioner pimpinan si Janggut Lebat Fidel Castro di lingkaran pengepungan Sierra Maestra. Semenjak itu gelombang pasang revolusi kian meningkat merebut daerah demi daerah, dari Santa Clara menuju Havana. |
|
by Hira Jhamtani •
22 April 2009
|
|
Barang siapa menguasai benih akan menguasai pangan, barangsiapa menguasai pangan akan menguasai dunia. Ini adalah ungkapan yang tidak jelas bersumber dari mana, namun benar adanya. Jadi, pertanian kini bukan masalah menghasilkan pangan untuk masyarakat setempat dan tingkat nasional, tetapi sudah menjadi arena perebutan kekuasaan melalui jalur perdagangan yang katanya bebas. Perdagangan pangan dunia (bersama bisnis kehidupan keseluruhan -- mencakup sarana produksi pertanian, bahan kimia, kosmetik, obat dan benih) dikuasai oleh tidak lebih dari 10 perusahaan raksasa, semuanya bermarkas di AS atau Eropa. Mereka inilah yang menikmati globalisasi di bidang pertanian. Tetapi istilah globalisasi tidak tepat lagi, karena kekuasaan terkonsentrasi pada segelintir pihak; yang bersifat global adalah pengiriman produk pertanian, rejim peraturannya, teknologi modern yang dipaksakan ke semua negara dan rejim perlindungan hak kekayaan intelektual untuk inovasi di bidang pertanian. |
|
by Roem Topatimasang •
22 April 2009
|
|
"Apa perbedaan hakiki antara organisasi rakyat dengan organisasi lainnya, termasuk organisasi yang mendukung dan memfasilitasi mereka selama ini?" Pertanyaan sederhana tetapi mendasar ini diajukan oleh fasilitator, Toto Rahardjo & Roem Topatimasang dari INSIST, kepada seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Organisasi Rakyat yang diselenggarakan oleh Yayasan Dian Rakyat Indonesia (YDRI) dan Yayasan Lestari, tanggal 4-8 September 2007, di Mokupa Beach Resort, di tepian kota Manado, Sulawesi Utara. |
|
by Roem Topatimasang •
22 April 2009
|
|
Dalam satu debat publik di salah satu siaran televisi nasional, menjelang babak akhir pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Oktober 2004, seorang pakar pertanian yang dinominasikan sebagai salah seorang calon Menteri Pertanian dalam kabinet pemerintahan baru, mengeluar-kan satu pernyataan menarik: "Kalau isi perut kita saja masih ditentukan oleh orang luar, maka sebenarnya kita belum merdeka sama sekali!". |
|
|
|
|
|