Custom Search
Kampus Kampung
Konsep Arsitektur PDF Print E-mail
by Redaksi • 22 April 2009 • Kampus Kampung

Konsep Arsitektur Kampus PerdikanSebagai tempat pendidikan, maka keberadaan fisik Kampus PERDIKAN di tengah kampung dan lahan pertanian ini sekaligus juga dimaksudkan sebagai contoh penerapan dari beberapa prinsip dasar yang diyakini oleh semua anggota PERDIKAN. Karena itu, kampus ini dirancang dengan konsep dasar arsitektur sebagai berikut:

  1. Semaksimal mungkin menggunakan kerangka konstruksi dan arsitektur tradisional lokal (Jawa), yakni rumah-rumah joglo dan limasan. Dengan demikian, kehadirannya di tengah kampung tidak nampak 'asing' dan 'aneh'.
  2. Sebanyak mungkin menggunakan bahan baku lokal -- kayu, bambu, genteng, bata telanjang (exposed), batu kali, dan lainnya.
  3. Sesedikit mungkin merubah bentang-alam aslinya -- mempertahankan kontur, proporsi bagian lahan terbuka untuk peresapan air, ridak menutup saluran-saluran pengairan yang ada, sesedikit mungkin menebang pepohonan, dan sesedikit mungkin mengubah peruntukan lahan asli.
  4. Sesedikit mungkin menggunakan energi tak terbaharukan (non renewable) -- sebanyak mungkin memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif yang tersedia dari alam setempat (terutama biomassa dan biogas).
  5. Seoptimal mungkin melibatkan penduduk setempat dalam pengelolaan kawasan sekitar, terutama pengolahan lahan-lahan terbuka untuk tanaman pangan organik.
  6. Seoptimal mungkin menjadi sumber informasi dan pendidikan bagi penduduk setempat, selain sebagai pusat pelatihan PERDIKAN dan jaringan INSIST khususnya serta bagi organisasi lain pada umumnya.

Sebagai contoh, dalam hal prinsip keempat (penggunaan energi alternatif), maka PT. DEWATS, salah satu organisasi anggota INSIST yang bergerak dalam bidang jasa teknologi lingkungan dan energi alternatif, telah merancang dan memasang unit pengolah biogasĀ  untuk semua alat pemanas air dan kompor masak yang ada dalam kampus PERDIKAN. Tambahan unit biogas baru akan dibangun sesuai dengan pertambahan jumlah bangunan nanti, termasuk satu unit pengolah limbah atau daur-ulangnya (IPAL). Instalasi digester biogas ini sekaligus juga dijadikan 'contoh peragaan' bagi para peserta pelatihan tentang energi alternatif di kampus PERDIKAN. Sama seperti semua demplot pertanian organik di sekitarnya di masa depan juga direncanakan sekaligus sebagai 'contoh peragaan' bagi peserta pelatihan ketahanan dan kedaulatan pangan lokal.

Penghematan energi juga kami lakukan dengan hanya menggunakan satu alat pengatur suhu (AC) khusus untuk ruang server jaringan komputer dan internet saja yang memang membutuhkan suhu dingin ajeg (constant). Seluruh bangunan dalam kampus PERDIKAN dirancang seterbuka mungkin, sehingga tidak memerlukan alat pengatur suhu atau pendingin lagi. Di masa depan, kami merencanakan sekitar 40-50% dari kebutuhan energi di kampus ini dipenuhi dari sumber-sumber energi alternatif dan terbaharukan (renewable). Adapun untuk pasokan bahan pangan, kami merencanakan sekitar 70-80% terpenuhi dari produksi lahan-lahan yang ada di dalam dan sekitar kampus.

Dengan demikian, kampus PERDIKAN ini sekaligus menjadi pembuktian kami akan prinsip-prinsip dasar yang kami yakini dan sebarkan selama ini, bukan sekedar retorika.

 

Konsultan

Kampus Kampung

Rencana Induk

News image

Kampus PERDIKAN berdiri di atas lahan milik sendiri seluas 4.622 m2, sebagiannya (2.467 m2) milik ...

Letak Tapak

News image

Dalam melaksanakan kegiatannya, para anggota PERDIKAN mengamalkan metodologi pendidikan rakyat (popular education) yang bersifat non-formal, ...

Konsep Arsitektur

News image

Sebagai tempat pendidikan, maka keberadaan fisik Kampus PERDIKAN di tengah kampung dan lahan pertanian ini ...