Program Pelatihan Kampus Perdikan
|
PERDIKAN (PERkauman PendiDIK untuk KeadilAN) memiliki peran untuk menyebarluaskan informasi mengenai prakarsa dan pengalaman masyarakat dalam upaya mengorganisir diri dan perubahan sosial, maka PERDIKAN bertugas mensupport metodologi dengan melakukan upaya-upaya agar para pendidik meningkat kapasitasnya melalui program-program reguler "KAMPUS PERDIKAN" antara lain mengembangkan: - Tema-tema keilmuan yang terkait dengan masalah-masalah sosial
- Tema-tema gerakan sosial
- Tema-tema yang terkait dengan pilihan isu strategis
- Metodologi (Paradigma, metode dan media yang digunakan)
- Kelembagaan sebagai sarana dan sistem pendukung proses-proses pendidikan popular, dalam bentuk workshop atau pelatihan:
- Upgrading Fasilitator/Pendidik Masyarakat
Upgrading Fasilitator merupakan upaya memfasilitasi kapasitas dan daya dukung bagi para fasilitator/pendidik masyarakat yang sudah bekerja minimal tiga tahun, agar memiliki dan menghasilkan suatu konsep, metodologi yang tepat untuk mencapai gambaran masyarakat yang partisipatif dan demokratis. Setelah memahami konteks dan kecenderungan arah perubahan sosial di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir -- serta arah kecenderungan perkembangannya di masa-masa mendatang -- ada beberapa alasan faktual penting yang mendasari tuntutan perlunya peningkatan kemampuan (capacity building) organisasi maupun para fasilitator/pendidik masyarakat melalui upgrading fasilitator. -
Training of Trainer
Diperuntukan bagi para calon fasilitator/pendidik pemula yang akan terjun ke masyarakat. Program ini memberikan penekanan pada pendalaman filsafat pendidikan yang memerdekakan manusia, memahami sistem belajar pendidikan popular, mengenal metode pendidikan popular, menguasai teknik-teknik fasilitasi, menggunakan serta menciptakan media belajar. -
Advokasi
Program ini memberikan pemahaman tentang alat partisipasi warga yang riil dalam pembuatan kebijakan pemerintah dan lembaga kekuasaan lain, dimana warga dapat menempatkan kepentingan (agenda) mereka dalam kebijakan publik dan mempengaruhi secara terbuka dan demokratis dalam proses pembuatan kebijakan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Maka hal-hal yang sangat mendasar untuk didalami adalah memahami peta persoalan yang diakibatkan oleh kebijakan, memahami area advokasi serta menguasai berbagai teknik dan strategi yang tepat. -
Pengorganisasian Masyarakat
Pengorganisasian Masyarakat (Community Organizing), merupakan konsekuensi logis dari analisis sosial serta cara pandang yang kritis terhadap ketidakadilan dan kezaliman. Seluruh proses pengorganisasian rakyat sama sekali tidak netral, tetapi sarat dengan pilihan-pilihan nilai, kaidah asas, keyakinan dan pemahaman tentang masyarakat dan bagaimana agar keadilan, perdamaian dan hak-hak asasi manusia ditegakkan dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Untuk memahami Pengorganisasian Masyarakat harus menelusuri asal-usul sejarah, termasuk membedah unsur-unsur anatomi metodologinya. -
Media Popular
Media Popular adalah"bahasa"nya fasilitator/pendidik, diantaranya adalah media-media visual. Untuk itu seorang fasilitator/pendidik yang bergerak di masyarakat selain dituntut untuk dapat menggunakan media juga harus mampu menciptakan media untuk pendidikan. Dalam hal ini sangat penting memahami paradigma sekaligus melihat implikasinya terhadap proses, metode yang ingin dicapai dalam setiap penciptaan media sebagai pendukung proses transformasi. -
Riset & Penulisan
Riset atau banyak orang juga menyebutnya penelitian, kata ini diserap dari bahasa Inggris research yang memiliki arti harfiah "menyelidiki secara tuntas", merupakan proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistimatik, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Kerja-kerja penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai subyek tertentu. - Selain jenis-jenis paket pendidikan di atas Kampus Perdikan juga secara khusus membuka "Sekolah" bagi para aktivis yang mengkhususkan diri pada anak, perempuan, remaja -- juga yang berangkat dari isu-isu strategis antara lain; Merancang sistim pangan, kesehatan, energi alternatif.
|
|
Kampus Kampung
 Kampus PERDIKAN berdiri di atas lahan milik sendiri seluas 4.622 m2, sebagiannya (2.467 m2) milik ...
|
 Dalam melaksanakan kegiatannya, para anggota PERDIKAN mengamalkan metodologi pendidikan rakyat (popular education) yang bersifat non-formal, ...
|
 Sebagai tempat pendidikan, maka keberadaan fisik Kampus PERDIKAN di tengah kampung dan lahan pertanian ini ...
|
|