Custom Search
Lumbung Baca
Kembali ke Makna Awal PDF Print E-mail
by Roem Topatimasang • 22 April 2009 • Lumbung Baca
Article Index
Kembali ke Makna Awal
1 Bahan bacaan | Perdikan ‐ Insist
2 Bahan bacaan | Perdikan ‐ Insist
All Pages

"Apa perbedaan hakiki antara organisasi rakyat dengan organisasi lainnya, termasuk organisasi yang mendukung dan memfasilitasi mereka selama ini?"

Pertanyaan sederhana tetapi mendasar ini diajukan oleh fasilitator, Toto Rahardjo & Roem Topatimasang dari INSIST, kepada seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Organisasi Rakyat yang diselenggarakan oleh Yayasan Dian Rakyat Indonesia (YDRI) dan Yayasan Lestari, tanggal 4-8 September 2007, di Mokupa Beach Resort, di tepian kota Manado, Sulawesi Utara.

Mengejutkan bahwa hampir semua peserta tak mampu memberikan jawaban jelas dan tegas. Hal ini semakin menguatkan praduga kami di INSIST bahwa telah terjadi pengaburan dan kerancuan makna terhadap banyak sekali peristilahan mendasar di dunia gerakan sosial di Indonesia, terutama selama beberapa tahun terakhir sejak reformasi sistem politik nasional pada tahun 1998. Salah satu sumber penyebab utamanya yang sudah dikenal luas adalah pencaplokan berbagai peristilahan tersebut oleh banyak lembaga pemerintah, bahkan juga kalangan perusahaan swasta, yang akhirnya melencengkan makna asal dan hakikinya. Reformasi sistem politik nasional Indonesia sejak tahun 1998 memang tak bisa dilepaskan sama sekali dari perkembangan internasional. Telah terjadi banyak sekali perubahan penting dalam hubungan kerjasama internasional, antara lain, desakan yang semakin kuat untuk mengubah berbagai kebijakan dan strategi pembangunan yang selama ini sangat berorientasi pada pertumbuhan ekonomi saja. Gagasan-gagasan dan cara-cara alternatif yang ditempuh oleh kalangan organisasi non pemerintah yang disepelekan sebelumnya, justru kini sangat dianjurkan. Inilah awal dari semua proses pencaplokan tersebut, termasuk melahirkan berbagai "adonan baru" semacam Indeks Pembangunan Manusia, Tujuan-tujuan Pembangunan Millenium, dan sebagainya. Sayangnya, tidak banyak aktivis ORNOP di Indonesia yang memahami konteks perubahan ini secara kritis. Memang selalu dimunculkan dalam banyak pertemuan dan diskusi, tetapi masalahnya terulang kembali di tingkat implementasi: apa yang senyatanya dikerjakan adalah berbeda dengan apa yang selama ini diucapkan menggunakan berbagai peristilahan hebat. Inilah yang membuat kami di INSIST, dalam setiap kesempatan apapun, selalu berusaha menjernihkan kembali pengertian asal dan hakiki dari berbagai peristilahan tersebut. Termasuk ketika memfasilitasi pelatihan yang diikuti oleh 9 organisasi lokal di Sulawesi Utara ini.