|
Dusun Sambirejo desa Pakembinangun kecamatan Pakem merupakan salah satu dusun yang terletak di kaki gunung merapi. Sebelah utara dusun berbatasan dengan dusun Jatisan desa Hargobinangun dipisahkan oleh patok-patok yang dibuat oleh Badan Meteorologi. Sebelah barat berbatasan dengan dusun Pagerjurang desa Harjobinangun yang dipisahkan oleh sungai kecil yang merupakan sumber pengairan warga dengan dibuatnya sebuah bendungan yang mengairi sawah-sawah warga sebelah barat. Sebelah Timur berbatasan dengan dusun Wonogiri desa Pakembinangun yang dipisahkan oleh sungai kecil. Sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan dusun Labasan desa Pakembinangun yang dipisahkan oleh jalan raya Turi - Pakem.
SEJARAH DUSUNSecara administratif dusun Sambirejo menjadi satu dengan dusun Sempu. Kedua dusun dikepalai oleh satu kepala dusun. Tetapi penduduk sekitar lebih mengenal adanya dua dusun yang terpisah yaitu dusun Sempu dan dusun Sambirejo karena jika dilihat dari domisili penduduk, letak dusun Sambirejo memang terpisah dari dusun Sempu. Letak dusun Sambirejo terpisah ± 500 meter sebelah utara dusun Sempu yang dipisahkan oleh sawah dan ladang penduduk. Dusun Sempu sendiri terbagi menjadi 5 RT yaitu RT 14, 15, 16, 17, dan RT 18. 4 RT mengelompok menjadi satu yang lebih dikenal sebagai dusun Sempu sedangkan 1 RT yaitu RT 18 agak terpisah dari yang lainnya yang lebih dikenal dengan dusun Sambirejo. Luas wilayah dusun Sempu secara keseluruhan seluas 27 Ha dengan jumlah penduduk dusun Sambirejo dan Sempu per Juli 2008 mencapai 534 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 265 jiwa dan perempuan sebanyak 269 jiwa yang terbagi dalam 173 kepala keluarga KK). Kepadatan penduduk mencapai 28,1 jiwa/km2. Khusus untuk Sambirejo hanya terdapat 50 KK. DINAMIKA DUSUNSUMBER DAYA ALAMDusun Sambirejo terletak di kaki Gunung Merapi dengan ketinggian mencapai 500 m dpl. Suhu udara berkisar antara 180 C – 280C. Jenis tanah didusun Sambirejo tergolong subur karena bertekstur gembur, lempung berpasir sebagai akibat dari hasil erupsi gunung Merapi bertahun-tahun yang lalu. sebagian besar lahan dipergunakan sebagai lahan pertanian produktif seperti padi, cabai dan salak. Kontur tanah sebagian besar merupakan tanah miring yang disiasati dengan terasering. Sumber pengairan berasal dari sungai yang mengalir di kanan-kiri dusun sehingga walaupun musim kemarau lahan pertanian masih bisa ditanami kecuali sebagian kecil lahan terutama sebelah kiri perkampungan yang kekurangan air dimusim kemarau. Luas wilayah dusun Sambirejo seluas 27 Ha yang terdiri dari luas pemukiman 5 Ha, lahan pertanian 20 Ha dan lingguh 2 Ha. Dari Luas lahan pertanian tersebut yang ditanami salak sebesar 6 Ha, dan yang ditanami padi, cabai dan tanaman palawija lainnya sebesar 14 Ha. Pertanian di dusun Sambirejo didominasi oleh 3 jenis tanaman yaitu salak, cabai dan padi. Tanaman yang menjadi primadona penduduk yaitu tanaman salak. Hal ini dipilih karena tanaman salak tidak terlalu rumit perawatannya. Hasil yang didapat juga dapat diandalkan. Karena mudah perawatannya tersebut maka beberapa kebun tidak terlalu dirawat intensif hanya dibiarkan apa adanya. Penduduk juga biasa membagi tanahnya menjadi 1 atau 2 bagian yang masing-masing ditanam tanaman salak dan tanaman lainnya seperti cabai atau padi. Untuk memanfaatkan lahan yang tersisa petani juga biasa menanam tanaman lain di sekitar tanaman induk mereka, seperti menanam talas, sereh, singkong dan pisang. Sebagian besar lahan diusahakan sendiri oleh petani pemilik yaitu sebesar 75%, sebagai petani penggarap 15% dan dengan sistem sewa sebesar 10%. Di musim kemarau sebagian besar lahan yang ditanami padi diganti dengan tanaman palawija seperti jagung, kacang-kacangan dan cabai. Sekarang mulai ada kecenderungan petani menanam cabai walaupun musim penghujan karena tergiur dengan iming-iming keuntungan yang cukup besar. Untuk tanaman buah-buahan tidak begitu intensif hanya sebagai tanaman perindang di halaman rumah, diantaranya mangga, sawo, jambu air, jambu biji, rambutan, kelapa, pepaya. Selain buah-buahan beberapa penduduk juga menanam pisang, bambu, dan beberapa tanaman keras seperti sengon, kelapa dan lain sebagainya. Sebagian besar pekerjaan terutama pekerjaan yang membutuhkan tenaga yang cukup besar biasanya mengambil dari penduduk luar dusun bahkan luar propinsi seperti dari daerah kaliangkrik Magelang ataupun Boyolali. Hal ini sudah berlangsung cukup lama. Para pekerja ini pun sudah hapal kapan harus datang, siapa saja yang membutuhkan pekerjaan. Mereka biasa datang secara berombongan 2 – 3 orang dan dalam jangka waktu yang cukup lama bisa mencapai 1 bulan penuh. Upah yang mereka dapatkan bervariasi tetapi berkisar antara 20 rb – 25 rb plus 2 x makan dan menginap di rumah petani yang memerlukan tenaga mereka. Keberadaan mereka sangat membantu pekerjaan petani maupun penduduk dusun Sambirejo karena umumnya petani dusun Sambirejo tidak hanya menanam satu jenis tanaman tetapi bisa 2 – 3 jenis tanaman sekaligus. Selain itu karena petani juga bekerja selain dari sektor pertanian. Penerapan teknologi pertanian di dusun Sambirejo sudah mulai menggunakan pupuk-pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk dedaunan. Kebutuhan pupuk kandang mereka dapatkan dari luar dusun terutama dari wilayah kaliurang maupun kecamatan cangkringan. Sedangkan untuk kebutuhan pupuk cair mereka dapatkan dari dusun sempu. Tetapi untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman, penduduk masih mengandalkan pestisida kimiawi seperti Antracol, dithane, mankozeb. Pengairan yang mengairi sebagian besar lahan penduduk berasal dari sungai yang berada di sebelah barat dusun. Sungai ini penduduk bendung dengan cara swadaya dan mengalirkannya ke lahan penduduk. Debit sungai cukup untuk mengairi sawah dan ladang penduduk, baik dimusim penghujan maupun dimusim kemarau. Hanya saja untuk musim kemarau penduduk harus memakainya secara bergantian karena debit sungai menurun drastis. Untuk mengatur pemakaian air penduduk membentuk kelompok P3A yang saat ini diketuai oleh bapak Giyarto. Dahulu kekurangan air ini tidak pernah terjadi bahkan jika pada musim penghujan, sungai bisa meluap sampai ke pekarangan penduduk. Tetapi debit sungai langsung menurun drastis ketika sumber air yang berada di atas lereng merapi yaitu umbul wadon diambil untuk pengairan PDAM kota Jogjakarta. Pengambilan air ini cukup besar karena pipa untuk mengalirkan air sebesar rentang tangan orang dewasa. Penanaman pipa ini tepat berada ditengah-tengah dusun. Hewan-hewan ternak yang berada didusun Sambirejo pada umumnya masih didominasi oleh jenis unggas seperti ayam yang mencapai ± 500 ekor, itik ± 50 ekor, entok ± 100 ekor. Sedangkan untuk hewan-hewan memamah biak tidak semua penduduk mau memeliharanya, seperti kerbau 6 ekor, dan domba 25 ekor. Selain itu beberapa penduduk juga memelihara kelinci terutama penduduk dusun Sempu tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak hanya ada 50 ekor. Penduduk ada yang sudah mengelola hasil sampingan kelinci berupa urine menjadi pupuk cair yang mereka jual ke petani khususnya petani cabai. Untuk 1 botol bekas minuman yaitu 600 ml biasa dijual dengan harga Rp.30.000. urine ini sudah mereka campur dengan bererrapa bahan lain seperti tetes tebu, sari buah-buahan, sedangkan untuk urine murni dihargai sebesar Rp 1.500,00. Sektor perikanan juga belum begitu banyak diusahakan oleh penduduk. Hanya ada beberapa penduduk terutama yang dekat sungai yang mau mengusahakannya itupun dalam skala yang kecil. Walaupun sebenarrnya didusun Sempu terdapat salah satu instansi milik pemerintah kabupaten Sleman yang bergerak ddi bidang perikanan yaitu UPTD perikanan, tetapi sampai saat ini belum mampu menggairahkan pnduduk untuk memelihara ikan. Dahulu pernah ada bantuan teknis dari UPTD berupa bantuan terpal dan ikan untuk beternak tetapi karena yang menerima hanya satu dusun yaitu dusun Sambirejo sedangkan dusun Sempu tidak mendapatkannya maka bantuan ini tidak berlanjut karena malah menimbulkan konflik internal diantara warga masyarakat. STRUKTUR PEMERINTAHANDusun Sambirejo dan Sempu merupakan dua dusun yang terpisah tetapi pada kenyataannya dua dusun ini tidak dipisah karena dusun Sambirejo merupakan bagian dari dusun Sempu. Oleh karena itu secara kelembagaan dusun Sambirejo merupakan bagian dari dusun Sempu yang dipimpin oleh satu kepala dukuh yang sama yaitu pak Hardana. Beberapa hal memang dusun Sambirejo sudah memiliki struktur organisasi kemasyarakatan sendiri seperti kelompencapir, PKK, Prolenan tetapi sebagian besar yang lainnya masih ikut dusun Sempu. Oleh karena itu beberapa data-data kemasyarakatan masih bercampur antara kedua dusun tersebut. Dusun sambirejo dipimpin oleh Pak Ngadiman sebagai ketua RT, bendahara oleh Pak Suhadi, dan sekretaris oleh pak Fauzan. Selain struktur seperti yang tercantum diatas, masih terdapat organisasi kemasyarakatan lainnya baik yang masih aktif maupun yang non aktif. Organisasi-organisasi tersebut diantaranya LPMD 1 kelompok, PKK 2 kelompok, Koperasi 1 kelompok, Kelompok tani 2 kelompok, Prolenan 2 kelompok, Kelompok peternak (tidak aktif), Arisan 6 kelompok, arisan RT 5 kelompok, Posyandu 1 kelompok, Posyandu lansia (karang werdha) 1 kelompok, dan karang taruna 1 kelompok. Dalam bidang kesenian juga banyak terdapat perkumpulan-perkumpulan seni yang masih aktif maupun non aktif diantaranya seni tari, karawitan, paes, dekorasi, dan drama. AGAMA DAN ADAT ISTIADATMasyarakat dusun Sambirejo sebagian besar menganut agama Islam hampir mencapai 99 %, hanya terdapat 1 keluarga yang menganut agama kristen. Jumlah masjid ada 1 buah yang berfungsi pula sebagai tempat mengajar anak-anak mengaji diwaktu sore. Selain religius, penduduk dusun Sambirejo juga memegang teguh adat dan istiadat setempat terutama oleh sesepuh dan orang tua sedangkan untuk kalangan anak muda sangat sedikit yang memegang teguh. Mereka kebanyakan sudah terpengaruh oleh budaya dari luar dusun terutama budaya yang dibawa oleh televise dan pergaulan. Setiap malam tanggal 17 masyarakat dusun sambirejo mengadakan pertemuan dusun yang dibarengi dengan arisan RT. Berbagai permsalahan dusun dibahas dalam pertemuan ini seperti agenda kerja bakti, informasi pemerintahan dan lain sebagainya. Setiap yang mendapatkan arisan maka akan kebagian pertemuan bulan berikutnya. KELOMPOK TANIDusun Sambirejo mempunyai kelompok tani yang cukup aktif. Kelompok tani yang mempunyai nama “SUBUR” sudah berjalan cukup lama yaitu sejak tahun 1999. Permasalahan-permasalahan para anggota biasanya dibahas dalam pertemuan rutin setiap sebulan sekali yaitu setiap tanggal 10. Adakalanya bila memungkinkan kelompok tani juga mengundang PPL pemerintah atau petani lain yang sudah berhasil untuk menularkan ilmunya, bahkan kalau dirasakan perlu maka anggota kelompok tani melakukan studi banding. Kelompok tani SUBUR juga memiliki struktur organisasi kelompok tani yang terpilih melalui musyawarah anggota setiap 3 tahun sekali. Jika seorang ketua sudah terpilih sebanyak dua kali maka otomatis tidak dapat terpilih kembali. Untuk periode ini sebagai ketuanya adalah Pak Ganip Santosa yang sudah memimpin selama dua periode.Seluruh petani dusun Sambirejo merupakan anggota dari Kelompok tani SUBUR tetapi ada yang aktif maupun yang non aktif. Kelompok tani Subur sudah mengajukan bantuan traktor untuk kegiatan kelompok, tetapi sampai saat ini traktor tersebut belum juga turun. Rencananya selain untuk dipakai sendiri oleh anggota kelompok, tarktor ini juga akan disewakan ke petani-petani yang memerlukannya. Tidak semua lahan di dusun Sambirejo merupakan lahan milik sendiri petani, tetapi ada beberapa yang sebagai petani penggarap karena lahan sudah berpindah tangan, ada juga yang menyewa lahan milik penduduk dusun lain dan ada juga yang menyewa lahan kas dusun. Sistem bagi hasil yang berlaku di dusun sambirejo yaitu 50% untuk petani penggarap dan 50% untuk pemilik lahan, sedangkan bila modal usaha tani dari petani penggarap, pemilik lahan hanya mendapatkan 30%. Penduduk dusun lain yang menggarap lahan di dusun Sambirejo juga cukup banyak terutama dari dusun Sempu, Wonogiri, maupun paraksari. POTENSI DUSUN Sumber Daya AlamDusun Sambirejo memiliki tanah yang relative subur. Kebanyakan masyarakat mengusahakan pertanian terutama tanaman pangan seperti padi, cabai dan salak. Sebagian besar lahan ditanami tanaman salak yang menurut penduduk sangat menguntungkan untuk diusahakan karena struktur tanah yang sangat mendukung dan terbukti tanaman salak yang mereka usahakan mampu menghasilkan hasil yang cukup besar. Selain tanaman salak, penduduk juga banyak yang mengusahakan tanaman cabai baik dalam jumlah besar maupun kecil. Tanaman cabai ini jika sedang harganya tinggi maka penduduk sangat menikmatinya. Tetapi untuk bertanam cabai dibutuhkan modal yang cukup besar, oleh karena itu hanya penduduk yang mempunyai modal yang cukup kuat yang berani menanam cabai sepanjang tahun dan dalam jumlah besar. Selain kedua tanaman, penduduk juga mengusahakan tanaman padi terutama pada musim-musim penghujan. Karena untuk musim kemarau penduduk sangat kesulitan dalam mendapatkan suplai air yang mencukupi. Kesulitan air ini penduduk antisipasi dengan menanam tanaman palawija pada musim kemarau. Pada proses penanaman padi sebagian besar petani memakai metode yang biasa dipakai oleh sebagian besar petani di Indonesia, seperti penggunaan traktor, benih-benih bersertifikat, pemakaian pupuk kimia. Penanaman padi dimulai ketika sudah memasuki musim penghujan yaitu bulan Oktober. Benih yang dipakai biasanya jenis IR 64, Ciherang tetapi ada beberapa petani yang masih mempertahankan menanam padi jenis local seperti mentik wangi dan cempo. Pupuk yang biasa petani pakai yaitu jenis urea dan NPK. Jarang sekali penduduk menggunakan pupuk organic untuk memupuk tanaman padi. Padahal dari segi kesuburan penggunaan pupuk organic akan sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesuburan tanah. Oleh karena itu Perdikan pada musim penghujan ini mencoba menanam padi dengan system organic. Proses penanaman padi organic dimulai pada tanggal 12 bulan November 2008 yaitu dengan dilakukan pembajakan tahap pertama. Pembajakan memakai kerbau dengan pertimbangan bahwa hasil bajak yang didapat lebih dalam dan tanah lebih gembur. Setelah itu tanah didiamkan selama ± 3 minggu dengan maksud agar aerasi dapat terjadi, rerumputan dan sisa tanaman dapat terdekomposisi, dan biji rerumputan mati. Selama proses menunggu ini dilakukan proses penyemaian benih padi. Padi yang dipakai yaitu jenis Cempo putih. Untuk luas lahan ± 1000 m2 diperlukan 10 kg benih. Benih yang dipakai lumayan banyak Karena jarak tanam yang dipakai yaitu 15 x 15 cm mengikuti jaraj tanam yang umum dilakukan didusun Sambirejo. Pada tanggal 8 Desember 2008 dilakukan pembajakan yang kedua sekaligus perataan tanah sebagai persiapan penanaman. Pada tanggal 10 Desember 2008 dengan dibantu oleh 5 orang buruh wanita penduduk Sambirejo benih padi yang sudah berumur 3 minggu ditanam pada lahan yang telah dipersiapkan. Sampai saat ini umur padi sudah mencapai umur 45 hari. Pemupukan yang sudah dilakukan sebanyak 1 kali dengan memakai pupuk organic kemasan. Tinggi tanaman padi rata rata sudah mencapai 60 cm dan jumlah anakan rata rata berjumlah 12 anakan. Selain bertanam padi, Perdikan juga berternak kambing sebanyak 2 ekor. Beternak kambing terutama ditujukan selain untuk dipelihara juga dimanfaatkan kotorannya sebagai bahan baku pupuk organic sehingga diharapkan kebutuhan pupuk organic dapat dipenuhi sendiri. Selain menanam padi dan beternak kambing, juga direncanakan untuk menanam sayur mayur dan palawija dilahan sekitar Perdikan. Selain ditunjang oleh lahan yang subur, suhu yang relative sejuk juga mendukung untuk budidaya sayuran. budidaya sayuran ini direncanakan akan dilakukan dilahan sebelah utara rumah yaitu seluas ± 2000 m2 tetapi sampai saat ini belum bisa dilakukan karena masih adanya sedikit ganjalan dengan bekas pemilik lahan yang masih merasa memiliki tanah tersebut. MasyarakatPenduduk dusun sambirejo merupakan penduduk yang sudah mapan baik dari segi papan maupun dari segi pendidikan. Hal ini dilihat dari bentuk rumah yang sudah memakai tembok semua, juga dilihat dari tingkat pendidikan dimana rata-rata penduduk sudah mengenyam pendidikan. Selain itu penduduk dusun Sambirejo juga banyak bekerja diluar sector pertanian seperti menjadi guru, pegawai negeri, wiraswasta, dan pedagang. Penduduk mudah mendapatkan dan menangkap berbagai informasi dari luar. Tetapi karena mereka tidak bekerja di bidang pertanian saja maka untuk beberapa pekerjaan kasar seperti mencangkul, membersihkan rumput, penduduk biasa memakai tenaga dari luar daerah yaitu dari kecamatan Kaliangkrik Magelang maupun dari daerah Temanggung. Aktivitas Ekonomi MasyarakatPenduduk dusun Sambirejo banyak bergerak dan beraktivitas diluar dusun. Barang-barang kebutuhan sehari-hari mudah mereka dapatkan disekitar dusun. Jarak dusun dengan pasar Pakem dapat ditempuh selama 10 menit. Khusus untuk dusun Sambirejo sendiri hanya terdapat 1 warung sederhana yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terutama sayuran. sedangkan untuk dusun Sempu sendiri terdapat 4 warung kelontong. Selain warung, setiap hari juga ada penjual keliling yang menjajakan sayur mayur keliling dusun. PILIHAN DUSUNDusun Sambirejo dipilih karena kampus perdikan berada didusun Sambirejo. Kampus Perdikan juga mempunyai lahan sendiri yang cukup luas.Total lahan yang bisa dipakai seluas ± 2500 m2. Lahan ini juga bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam sayuran, palawija, buah-buahan, bahkan tanaman obat. Dari hasil menanam dan mengusahakan tanaman ini diharapkan segala kebutuhan terutama kebutuhan pangan warga kampus perdikan dapat terpenuhi dan tidak perlu membeli dari luar kampus. Lahan ini juga bisa dijadikan sarana untuk mendekatkan diri dengan penduduk dusun Sambirejo karena sebagian besar penduduk mengusahakan tanaman pertanian baik mengusahakan sendiri maupun disewakan kepada orang lain. Dari mengusahakan tanaman sayuran ini penduduk dusun sambirejo kini lebih mengenal kampus Perdikan lebih jauh lagi. ISU STRATEGIS YANG DIPILIHDengan luas lahan 2500 m2 kampus perdikan mampu untuk mencukupi kebutuhan sendiri dalam bidang pangan. Bahan-bahan makanan terutama sayuran mampu diproduksi sendiri dan mencukupi kebutuhan pangan warga kampus perdikan. Selain diambil untuk dijadikan sayuran, hasil dari bertanam ini bisa dijadikan sebagai benih untuk musim tanam selanjutnya. Keuntungannya selain tidak usah membeli bibit lagi, bibit sudah bebas dari bahan-bahan kimia. Dari budidaya yang sudah dilaksanakan sudah bisa diperoleh bibit kacang tanah, kacang panjang, bayam, selada, Oyong, kangkung dan sebagainya. Selain lahan yang sudah ada, kampus perdikan juga sudah memiliki instalasi biogas yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam hal bahan bakar untuk memasak. Sehingga kampus perdikan mampu untuk mencukupi kebutuhannya sendiri dalam hal pangan, energi dan bibit pertanian. STRATEGI PELAKSANAAN DAN KEGIATAN DAN PENCAPAIANStrategi yang dipakai untuk melaksanakan pemenuhan kebutuhan sendiri dicapai dengan cara mengajak beberapa orang dari dusun Sambirejo untuk ikut menanam, mengawasi dan merasakan hasil dari kegiatan yang dikerjakan. Kampus Perdikan sudah menanam berbagai macam tanaman sayuran dalam skala kecil seperti bayam, kangkung, kacang tanah, kacang panjang, padi dan sebagainya. Penanaman sayuran ini dilaksanakan secara organic. Tidak ada bahan kimia yang dipakai dalam proses budidaya ini. Beberapa penduduk yang diajak untuk ikut serta sudah mulai tertarik dan ingin selalu diikut sertakan jika memang ada kegiatan dikampus perdikan terutama dalam hal budidaya tanaman. Selain mengusahakan tanaman, kampus perdikan juga memelihara ternak kambing. Walaupun untuk saat ini baru 2 ekor. Pemeliharaan kambing ini sudah menarik minat penduduk untuk lebih mengetahui lagi kegiatan apa yang akan dilaksanakan oleh kampus perdikan. Penduduk sudah ada yang memulai untuk memanfaatkan hewan-hewan ternak yang mereka miliki untuk dimanfaatkan kotorannya terutama untuk dibuat pupuk kandang dan pupuk cair.
|