|
Salah satu desa di wilayah Kecamatan Kaligesing yang terletak di ujung timur Purworejo. Desa berketinggian 800 meter di atas permukaan laut berbatasan dengan Desa Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo (DIY). Jumlah penduduk desa berhawa dingin itu 903 keluarga dan luas wilayahnya 593,096 ha. Menurut Kepala Desa Donorejo Ngudiyo (56), semula pada era 70-an desa itu tandus. Bahkan, kata dia, semula rumput ilalang saja sulit tumbuh di desanya.
Sebelumnya hanya 3 dusun, sekarang berkembang menjadi 4 dusun, yakni; Katerban, Denansri, Rejosari, Jogowono. Mulai tahun 2007 dusun Denansri memekarkan diri jadi dua dusun, Denansri dan Rejosari. Luas wilayahnya 597,37 ha, hutan rakyat 175,03 ha, hutan Negara 169,70 ha. Penduduk 903 kk, laki-laki 1672 orang, perempuan 1623 orang. Pendapatan per kapita 8.350 per hari/jiwa. Luas dan Batas Wilayah Luas desa 597,37 ha, terdiri tiga dusun yakni; Katerban, Jogowono, Denansri Batas Wilayah Timur Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo Utara Desa Tlogoguwo dan Desa Kaligono Barat Desa Jatirejo, Desa Somongari, Desa Hulosobo Selatan Desa Hargotirto, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo Kondisi Geografis Ketinggian 800 m dpl, topografi dataran tinggi, suhu udara rata-rata 29° C Orbitasi Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan 6 km, jarak dari ibukota kabupaten 12 km, jarak dari ibukota propinsi 160 km Demografi Jumlah penduduk menurut : Laki-laki 1672 jiwa, perempuan 1623 jiwa, kepala keluarga 903 KK
DESA HUTANDesa di pegunungan, 17 km timur kota Purworejo itu, luas wilayahnya 596,3 hektare. Dari luas itu hutan negara 169,7 ha, sisanya sebagian kecil berupa pemukiman penduduk, dihuni 781 keluarga, dan 300 ha berupa hutan rakyat, 157 hektar di antaranya milik Perhutani.
Karena itu, desa setinggi 889 di atas permukaan laut (DPL) dengan penduduk tiga ribu jiwa itu bila dilihat dari desa lain akan terlihat sangat hijau. Hutan rakyat di sekeliling pemukiman penduduk antara lain ditanami kopi, sengon, kakao, cengkih. Adapun tanaman tumpangsari di hutan negara berupa kakao, ketela, jagung, pisang, salak pondoh, kaliandra. "80% penduduk desa ini bergantung pada hasil hutan. Yang jadi guru hanya sepuluh orang," kata Parimo (55), warga desa. Parimo yang juga Kadus Katerban, Desa Donorejo, mengungkapkan rata-rata panen ketela mencapai 6 ton/hektare, sedangkan panen jagung rata-rata 4 ton/ha. Itu belum panen kakao Rp 10.000,-/kg dan hasil cengkih dan kaliandra. Dalam perkembangannya pemerintah membuat proyek pembangunan masyarakat desa hutan (PMDH) yang leading sector-nya Perhutani. Dalam proyek tersebut masyarakat di sekitar hutan dilibatkan sebagai penanam, penyadap getah pinus, sebagai penebang, dan mendapat peluang bercocok tanam di lahan Perhutani secara tumpangsari. Waktu itu kesempatan tumpangsari hanya diberikan selama dua tahun. "Rumiyin ajeng mlebet alas mboten wantun soale didukani pak mandor. Tapi sakniki masyarakat angsal nandur teng alas. Mila alas mriki aman. Nate wonten 29 tiyang nyolong kayu kula laporaken polisi hutan (Dahulu hendak masuk hutan tidak berani karena dimarahi mandor. Tetapi sekarang masyarakat boleh berkebun di hutan. Maka hutan di sini aman. Pernah ada 29 orang mencuri kayu kami laporkan polisi hutan)," papar Kades Donorejo. Peternakan Kambing EtawaKambing Peranakan Etawa (PE) merupakan keturunan kambing Etawa asal India yang dibawa oleh penjajah Belanda yang kemudian disilangkan dengan kambing lokal di Kaligesing. Pada saat ini kambing PE ini dikenal sebagai Ras Kambing Peranakan Etawa asli Kaligesing Purworejo. Menurut perkembangannya kambing PE menyebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo bahkan keluar Purworejo (Kulon Progo, Kendal, Sidoarjo Jatim). Kambing PE ini mempunyai ciri khas yaitu: bentuk muka cembung, telinga panjang menggantung, postur tubuh tinggi (gumba) 90 dan 110 cm, bertanduk panjang dan ramping. Ambing berkembang dengan baik panjang dan besar, warna bulu beragam belang putih, merah coklat, bercak-bercak hitam atau kombinasi ketiganya, dan pada bagian belakang terdapat bulu yang lebat dan panjang. Susu KambingDi Kabupaten Purworejo, budidaya dan potensi kambing peranakan Etawa memang belum optimal. Oleh karena itu upaya peningkatan potensinya terus dipacu. Nilai tambah kambing ini selain bentuk dan warnanya, sudah barang tentu dagingnya. Bahkan susunya pun diyakini memiliki kelebihan tersendiri; untuk kesehatan yang berbeda dengan jenis kambing lainnya, ini berarti potensi pula untuk dioptimalkan. Kambing Peranakan Etawa dapat beranak tiga kali dalam dua tahun dengan variasi anak satu sampai tiga ekor per kelahiran. Namun, jumlah kelahiran dan intensitas kelahirannya sangat tergantung pada umur dan kondisi tubuh ternak tersebut. Makin baik pemeliharaannya tentu akan semakin baik pula kuantitas kelahiran dan kualitas yang dilahirkannya. Saat ini tengah dikembangkan susu kambing Etawa sebagai konsumsi sehari-hari yang ternyata berkhasiat menyembuhkan gangguan pencernaan (maag). Kandungan protein, lemak Ca, Vitamin A dan Niacin yang tinggi sangat baik untuk memperkuat daya tahan tubuh. Rasanya yang khas disertai kandungan gizi yang spesifik yaitu setara ASI, non kolesterol membuat susu Etawa mudah dicerna dan dapat dikonsumsi untuk anak-anak. Hasil susu kambing Etawa sangat bervariasi berkisar antara 1,5-2,7 liter/hari/ekor dengan masa laktasi 5-7 bulan sehingga sangat memungkinkan untuk dibudidayakan sebagai penghasil susu. |