Seorang organiser, Comunity Organizing (CO) sering menghadapi pemandangan yang gelap bahkan gulita ketika sudah berada di tengah-tengah masyarakat. Sudah berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dia ngendon di situ (istilahnya live in) tapi tetap saja tak mampu menghalau kabut dan gerhana yang membikin kegelapan sehingga kaki tak kuasa melangkah.
Kegelapan itu seringkali justru datang dari bayangan, angan-angan yang tidak jumbuh dengan kasunyatan, angan-angan seringkali lebih nikmat bergumul dengan bayangan-bayangan. Jadi untuk menghalaunya memang harus segera melakukan apa saja yang bisa dilakukan dan sesuai bahkan yang dipahami dan sedang dibutuhkan saat itu oleh masyarakat disekitarnya.
Dikepala seorang organiser memang diwajibkan berangan-angan, bercita-cita, tetapi itu semua tak perlu diungkapkan di depan, tak perlu tergesa-gesa diumbar secara verbal--cukuplah disimpan rapat-rapat--berpuasalah sejenak untuk mengumbar kata-kata keadilan, kata-kata penindasan, karena kalimat itu adalah bagian mesiu, bagian spirit yang semestinya menjadi lentera spirit di dalam jiwa Anda.
Maka, langkah kongkritnya ya, seorang organiser tidak perlu banyak omong dulu, langsung saja melakukan atau mengerjakan sesuatu berangkat dari dirinya. Tentu sebuah ketrampilan, secara teknis harus di kuasai, atau yang perlu dipersiapkan secara serius--dibidang apa saja. Mau jadi akhli pijit, mau dirikan bengkel las, bengkel radio, bengkel HP, mau jadi guru tari, olah raga, kesenian, mau memelihara kambing, buka ladang untuk sayur, bikin pembibitan ikan, jadi tukang potret, tukang shooting--apa sajalah yang memang sungguh-sungguh dikerjakan dan kelak menuju capaian penghargaan, pengakuan banyak orang apa yang Anda kerjakan.
Jangan khawatir, ditengah-tengah proses Anda melakukan kerja-kerja pasti akan bertemu orang yang akan berinteraksi secara nyata, bukan bertemu dengan orang-orang yang datang dari angan-anganmu, dari dunia maya yang tidak otentik.
Kalau Anda adalah pekerja, memproduksi sesuatu secara nyata pasti akan didatangi juga oleh orang-orang yang memang nyata-nyata suka bekerja pula, tetapi kalau anda hanya bicara pasti juga akan bertemua dengan orang-orang yang suka mendengarkan atau suka banyak bicara pula.
Jadi pada pelajaran yang pertama, yakni temukanlah orang-orang yang kelak menjadi teman Anda yang ditemukan dari hasil komunikasi dan interaksi secara nyata.
|